Tampilkan postingan dengan label K3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label K3. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Agustus 2015

Latar Belakang Training K3 dan JSA

Latar Belakang Training K3 dan JSA:

dipersembahkan oleh

SWEETCORN TECH


Bahaya dan risiko ada dimana-mana di sekeliling kita. Jenis bahaya dan tingkat risiko tergantung dari kondisi lingkungan yang dihadapi termasuk di lingkungan kerja. Jenis bahaya dan tingkat risiko dari setiap tahapan proses dalam suatu proses industry adalah spesifik. Tidak semua pekerja mampu mengenali bahaya dan risiko dari pekerjaan yang mereka lakukan. Mengetahui jenis bahaya dan tingkat risiko di lingkungan kerja adalah kunci pokok untuk dapat mengendalikan bahaya dan risiko tersebut agar tidak menjadi malapetaka atau kecelakaan yang tidak diinginkan. Berbagai teknik telah dikembangkan untuk mengidentifikasi bahaya dan kajian risiko sehingga dapat dikembangkan sistem atau program pengendalian bahaya dan risiko ditempat kerja. K3 dan JSA adalah metode yang banyak digunakan dalam melakukan identifikasi bahaya ditempat kerja.

K3 adalah serangkaian proses mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktifitas rutin ataupun non rutin diperusahaan, kemudian melakukan penilaian risiko dari bahaya tersebut lalu membuat program pengendalian bahaya tersebut agar dapat diminimalisir tingkat risikonya ke yang lebih rendah dengan tujuan mencegah terjadi kecelakaan.

JSA adalah serangkaian proses untuk mengidentifikasi bahaya dari setiap tahapan – tahapan suatu pekerjaan lalu dinilai bahayanya dan dibuatkan program pengendaliannya dengan tujuan untuk mencegah kecelakaan dalam melakukan pekerjaan tersebut.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan kompetensi kepada peserta training bagaimana prosedur dalam pembuatan K3 dan JSA serta membuat K3 dan JSA dengan menggunakan format standar serta menggunakan Qualitative Risk Matrix. Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan dapat membuat dan menerapkan K3 dan JSA diperusahaan sehingga kecelakaan dapat dicegah dan ditanggulangi dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku diperusahaan.

Sasaran Training K3  dan JSA:


  •     Peserta diharapkan akan memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memahami dan menerapkan konsep identifikasi bahaya dan risiko K3.
  •     Peserta mampu melakukan analisis bahaya dan penilain risiko ditempat kerja.
  •     Peserta mampu mengembangkan sistem pengendalian bahaya dan risiko di perusahaan.
  •     Peserta memahami Format HIRAC dan JSA
  •     Peserta mampu membendakan antara SOP, JSA dan HIRAC
  •     Peserta mampu membuat JSA pekerjaan diperusahaan masing – masing

Siapa Yang Harus Hadir Dalam Training K3 dan JSA:


  •     Staf/Manager Produksi, Lab, Gudang dan Maintenance Engineering
  •     Staf/Manager K3

Fasilitator Training K3 dan JSA :


Trainer – Trainer HSE cademy yang memiliki pengalaman dalam bidang K3 dan akademik.

Outline Training K3  dan JSA :

K3:

  •     Pemahaman Tentang Bahaya
  •     Pemahaman Tentang Risiko
  •     Konsep Kecelakaan Kerja
  •     Konsep K3
  •     Teknik dan Tools Identifikasi Bahaya dan Risiko di Tempat Kerja

    HAZOP
    FMEA
    Checklist
    What if
    Fault Tree Analysis
    Event Tree Analysis
    Cause Consequence Analysis
    Etc.

  •     Teknik dan Tools Penilaian Risiko
  •     Mengembangkan Manajemen Kontrol  Risiko di Perusahaan
  •     Latihan dan Kerja Kelompok

JSA:


    Pengertian JSA dan SOP
    Kriteria Pembuatan JSA
    Format JSA
    Langkah-langkah pembuatan JSA dan penerapannya.
    Latihan dan kerja kelompok

panduan ini didapat dari berbagai referensi Safety first
dipersembahkan oleh :
SAFETY FIRST
SWEETCORN TECH

:

dipersembahkan oleh

SWEETCORN TECH


Bahaya dan risiko ada dimana-mana di sekeliling kita. Jenis bahaya dan tingkat risiko tergantung dari kondisi lingkungan yang dihadapi termasuk di lingkungan kerja. Jenis bahaya dan tingkat risiko dari setiap tahapan proses dalam suatu proses industry adalah spesifik. Tidak semua pekerja mampu mengenali bahaya dan risiko dari pekerjaan yang mereka lakukan. Mengetahui jenis bahaya dan tingkat risiko di lingkungan kerja adalah kunci pokok untuk dapat mengendalikan bahaya dan risiko tersebut agar tidak menjadi malapetaka atau kecelakaan yang tidak diinginkan. Berbagai teknik telah dikembangkan untuk mengidentifikasi bahaya dan kajian risiko sehingga dapat dikembangkan sistem atau program pengendalian bahaya dan risiko ditempat kerja. K3 dan JSA adalah metode yang banyak digunakan dalam melakukan identifikasi bahaya ditempat kerja.

HIRAC adalah serangkaian proses mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktifitas rutin ataupun non rutin diperusahaan, kemudian melakukan penilaian risiko dari bahaya tersebut lalu membuat program pengendalian bahaya tersebut agar dapat diminimalisir tingkat risikonya ke yang lebih rendah dengan tujuan mencegah terjadi kecelakaan.

JSA adalah serangkaian proses untuk mengidentifikasi bahaya dari setiap tahapan – tahapan suatu pekerjaan lalu dinilai bahayanya dan dibuatkan program pengendaliannya dengan tujuan untuk mencegah kecelakaan dalam melakukan pekerjaan tersebut.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan kompetensi kepada peserta training bagaimana prosedur dalam pembuatan K3 dan JSA serta membuat K3 dan JSA dengan menggunakan format standar serta menggunakan Qualitative Risk Matrix. Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan dapat membuat dan menerapkan K3 dan JSA diperusahaan sehingga kecelakaan dapat dicegah dan ditanggulangi dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku diperusahaan.

Sasaran Training K3  dan JSA:


  •     Peserta diharapkan akan memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memahami dan menerapkan konsep identifikasi bahaya dan risiko K3.
  •     Peserta mampu melakukan analisis bahaya dan penilain risiko ditempat kerja.
  •     Peserta mampu mengembangkan sistem pengendalian bahaya dan risiko di perusahaan.
  •     Peserta memahami Format HIRAC dan JSA
  •     Peserta mampu membendakan antara SOP, JSA dan HIRAC
  •     Peserta mampu membuat JSA pekerjaan diperusahaan masing – masing

Siapa Yang Harus Hadir Dalam Training K3 dan JSA:


  •     Staf/Manager Produksi, Lab, Gudang dan Maintenance Engineering
  •     Staf/Manager K3

Fasilitator Training K3 dan JSA :


Trainer – Trainer HSE cademy yang memiliki pengalaman dalam bidang K3 dan akademik.

Outline Training K3  dan JSA :

K3:

  •     Pemahaman Tentang Bahaya
  •     Pemahaman Tentang Risiko
  •     Konsep Kecelakaan Kerja
  •     Konsep K3
  •     Teknik dan Tools Identifikasi Bahaya dan Risiko di Tempat Kerja

    HAZOP
    FMEA
    Checklist
    What if
    Fault Tree Analysis
    Event Tree Analysis
    Cause Consequence Analysis
    Etc.

  •     Teknik dan Tools Penilaian Risiko
  •     Mengembangkan Manajemen Kontrol  Risiko di Perusahaan
  •     Latihan dan Kerja Kelompok

JSA:


    Pengertian JSA dan SOP
    Kriteria Pembuatan JSA
    Format JSA
    Langkah-langkah pembuatan JSA dan penerapannya.
    Latihan dan kerja kelompok

panduan ini didapat dari berbagai referensi Safety first
dipersembahkan oleh :
SAFETY FIRST
SWEETCORN TECH

Kepemimpinan Yang Efektif Dalam Mengembangkan Budaya K3

Kepemimpinan Yang Efektif Dalam Mengembangkan Budaya K3
4 stars - 25001 reviews

Kepemimpinan Yang Efektif Dalam Mengembangkan Budaya K3


by HSE – Penulis: Richard Fransiskus
SWEETCORN TECH

Kepemimpinan yang efektif dari senior manajemen merupakan salah satu tanda dari budaya K3 yang positip dan ini akan menentukan bagaimana pekerja-pekerja yang ada didalam organisasi akan bersikap terhadap K3. Tetapi amat disayangkan banyak sekali senior manajemen yang tidak begitu bersemangat dan tertantang didalam menangani K3 karena mereka mengganggab K3 tidak lebih dari urusan compliance atau kepatuhan terhadap regulasi sehingga terasa membosankan, mereka tidak melihat K3 sebagai sesuatu yang dapat memberikan kontribusi terhadap keuntungan dan daya saing perusahaan. Seringkali senior manajemen mewakilkan kehadirannya pada berbagai kegiatan atau rapat yang berkaitan dengan K3 kepada level yang lebih rendah, sehingga menyebabkan keterlibatan senior manajemen didalam K3 menjadi semakin berkurang atau sedikit. Sebagai dampak dari kurangnya keterlibatan manajemen dalam berbagai aktifitas K3 adalah menjadi menyempitnya fokus dari program K3 itu sendiri, sehingga pikiran-pikiran strategis untuk mengembangkan K3 menjadi berkurang atau hilang sama sekali, karena junior atau medium manajemen lebih fokus pada “how of safety” dari pada memikirkan “What and Why of Safety”. Jika hal itu terjadi maka K3 akan berjalan ditempat dan bisa mengalami penurunan dan tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perusahaan selain dari pada beban biaya atau cost center.

Pada dasarnya faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kepemimpinan dan manajemen yang efektif didalam K3 adalah sama dengan area oprasional yang lain seperti kualitas dan produktifitas.Adadua faktor penting dalam kepemimpinan yang efektif yaitu kepedulian and pengendalian.

Kepedulian adalah perhatian dalam hal berikut:

    Kesejahteraan pekerja
    Membantu pekerja ketika diperlukan
    Membangun hubungan baik dengan bawahan/pekerja
    Membangun komunikasi dua arah dengan menjelaskan segala sesuatu yang perlu
    Selalu ada atau bersedia ditemui

Pengendalian adalah melakukan hal berikut:

    Membuat target yang jelas
    Menjaga kinerja sesuai standar
    Memberi klarifikasi yang jelas tentang ruang lingkup pekerjaan, ekspektasi dan tanggung jawab.
    Memotivasi pekerja untuk mengikuti peraturan dan prosedur.

Kedua faktor tersebut harus dijalankan secara seimbang, jika tidak seimbang akan bisa menimbulkan dampak negatif terhadap kepemimpinan. Misalnya, jika kepedulian lebih dominan atau kuat dibandingkan pengendalian, maka manajemen akan dianggab terlalu lemah, tidak tegas atau tidak bisa membuat keputusan. Demikian juga sebaliknya, jika pengendalian terlalu dominan maka manajemen akan dianggab terlalu keras dan tidak mempercayai pekerja sehingga pekerja akan cendrung menjaga jarak dengan manajemen karena ketakutan, berusaha menyelamatkan diri masing-masing dan saling menyalahkan. Maka kepemimpinan yang efektif adalah pemimpin yang tingkat kepedulian dan pengendaliannya tinggi, mereka akan didengar dan dipatuhi oleh pekerja. Pemimpin yang efektif bersifat mengayomi dan mengutamakan pendekatan team dalam setiap penyelesaian masalah, semua keputusan dibuat dengan semangat kerjasama team, dan mengkomunikasi secara jelas setiap keputusan atau program yang dibuat. Maka secara ringkas dapat dijelaskan bahwa kepemimpinan yang efektif memperlihatkan unsur-unsur kepedulian dan pengendalian berikut:

    Mengkomunikasikan secara jelas kepada pekerja bagaimana cara mencapai target yang sudah ditetapkan.
    Menentukan jangka waktu untuk mencapai target tersebut.
    Membantu pekerja dalam mencapai target tersebut dengan menyediakan sumber daya yang diperlukan.
    Menghilangkan atau meminimalkan semua rintangan yang dapat menghalangi tercapainya target tersebut.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan yang efektif didalam K3 membutuhkan senior manajemen yang dapat mengembangkan dan mengimplementasikan recana strategis yang akan masuk kedalam “hati dan otak” pekerja didalam organisasi, dan secara personal menunjukkan semangat dan keinginan yang tinggi terhadap adanya perubahan kearah yang lebih baik dan menjadi model atau contoh perilaku yang dapat diikuti atau diteladani oleh semua pekerja, serta memaksimumkan atau mengoptimalkan penggunaan sumberdaya yang ada untuk meningkatkan produktifitas dalam kondisi lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

SEMOGA BERMANFAAT

HSE Team